
Rokan Hilir detakinformasi.net Kamis 06/11/2025.
Dugaan Konflik kepentingan yang terselubung di ruang Pemkab Rokan Hilir, terkait dengan dua jabatan yang saat ini tengah menyelimuti roda Kepemerintahan Daerah tampaknya mulai di sorot publik.
Bukan tanpa sebab dan alasan yang jelas, rangkap dua jabatan tersebut menimbulkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat, sebab dinilai dari sisi fungsinya yang jelas terlihat berbeda, namun saat ini fungsi tersebut tampaknya telah di satukan oleh Pemerintah Daerah Pemkab Rokan Hilir.
Dalam persoalan tersebut, kepala Inspektorat Rokan Hilir, Sarman, saat ini dirinya menjadi kepala Pemeriksa Keuangan Daerah, ditangannya lah, melakukan Pemeriksaan Keuangan ini, tiap-tiap tahun yang telah di tentukan.
Anehnya, Kepala Inspektorat itu, juga merangkap jabatan sebagai kepala dari Badan Pengelola Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD Rohil) hal ini tentunya menimbulkan pertanyaan dari kalangan masyarakat luas, sebab di nilai tak wajar, sehingga dianggap adanya indikasi Konflik Kepentingan dalam persoalan tersebut.
Hal ini yang ucapkan oleh tokoh masyarakat, dan juga dari kalangan pejabat itu sendiri, dalam ucapannya, masyarakat menyebutkan bahwa ” Ini lucu bang, kepala Pemeriksa Keuangan daerah, kini juga merangkap sebagai pejabat eksekutor dalam penggunaan Keuangan daerah Pemkab Rokan Hilir ini ” Ucapnya.
Menanggapi persoalan tersebut, publik sudah kerap kali melakukan konfirmasi terhadap yang bersangkutan, tentang rangkap jabatan yang tampaknya mengundang banyak pertanyaan.
Akan tetapi, konfirmasi melalui via whatsapp terhadap Sarman sendiri, diduga kuat sampai sekarang ini tak memiliki jawaban, baik mengenai tersendatnya Keuangan Daerah ini, maupun tentang jabatan yang dipukulnya secara ganda.
Tak hanya itu, publik juga sempat mengkonfirmasi, terhadap Kepala BKPSDM Rohil, tentang rangkap jabatan yang saat ini terjadi, akan tetapi, kepala BKPSDM Rokan Hilir diduga kuat sengaja bungkam tanpa penjelasan terkait persoalan tersebut.
Di sisi lainnya, masyarakat yang terlibat bekerja di kepemerintahan daerah ini, kembali mengeluh, sebab gaji mereka tersendat, ” Kami belum gajian lagi bang, udah berbulan-bulan dah, sampai sekarang belum juga du bayar ” Ucap pihak yang bersangkutan terhadap publik, pada kamis 6 November 2025.
Reporter: Handoko
![]()








Leave a Reply