Advertisement

Jeritan ASN Soal TPP Di Rohil, Diduga Sebagai Saksi,Dari Kelumpuhan Terhadap Pejabat Yang Berkaitan Dengan Keuangan Daerah.

Rokan Hilir, detakinformasi.net (Rabu/18/02/2026)
Keluhan soal tambahan penghasilan pegawai (TPP) setelah sempat di waktu sebelumnya,  diduga sempat mengguncang Pemerintah Daerah Pemkab Rokan Hilir, akhirnya kini mulai menggema dikalangan publik,  setelah para ASN di Rokan Hilir, kembali menyampaikan keluh kesah mereka dalam menjalani roda Kepemerintahan daerah ini.

Bukan tanpa sebab dan alasan yang jelas,  adapun keluhan tersebut terpaksa harus kembali menggema di kalangan publik,  disebabkan besarnya tuntutan hidup,  sementara gaji dari sebagian ASN Rokan Hilir,  mereka mengaku tak bisa lagi di ganggu gugat,  sebab telah dikhususkan untuk melakukan pembayaran hutang yang telah terjalin.

Perkataan tersebut diucapkan oleh beberapa ASN Di Rokan Hilir, terhadap publik pada Rabu 18 Februari 2026.

Dalam keterangan para ASN yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan”  yang kami harapkan sekarang ini hanya TPP,   kalau gaji tak bisa di harapkan lagi,  sebab sudah berpindah tempat pembayaran hutang, mau itu di pihak Bank, ataupun koperasi yang sejenis dengan masalah hutang, tentunya gaji itu,  ditugaskan untuk membayar hutang tersebut ” Ucap ASN.

”  Jadi terus terang saja,  kami ini sekarang bergantung pada tambahan penghasilan pegawai (TPP) untuk bisa di gunakan dalam menompang beban hidup, dan juga biaya yang tidak terduga,   jadi,   jika TPP tersebut mengalami sendatan ataupun sejenisnya,   maka sudah bisa dipastikan,  harapan kami sirna seumpama lautan yang tidak berpantai,   kemana kami akan melabuh? ”  Ucap para ASN sembari mengakhiri perkataannya.

Sementara itu,  Fauzi Effizal sendiri,  yang saat ini menjabat sebagai Sekda Rokan Hilir,  diduga belum bisa memberikan kepastian saat di bahas masalah sendatan yang terjadi pada tambahan penghasilan pegawai (TPP) pada Rabu 18 Februari 2026 melalui via whatsapp-nya

Jika melihat keluhan sedemikian, terkait dengan  sendatan terhadap Keuangan Daerah Pemkab Rokan Hilir,  kejadian tersebut memperkuat dugaan,  bahwa terhadap pejabat yang berfungi untuk mengurus masalah keuangan Daerah ini, dianggap telah mengalami lumpuh permanen.

Reporter: Handoko

Loading

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *