
Rokan Hilir detakinformasi.met ( Jum’at 13/03/2026) sepanjang perjalanan kepemimpinan pada tahun 2026 ini, banyak sekali keluhan bermunculan tentang dugaan kehancuran keuangan Daerah Pemkab Rokan Hilir, kian lama semangkin memprihatinkan.
Hal itu berdasarkan, kuatnya suara lirih keluhan dari sejumlah pihak, yang disebabkan rusaknya tataan menejemen keuangan Daerah, sehingga membuat kemajuan Pemkab Rohil menjadi porak-poranda.
Dugaan sementara kejadian tersebut dipicu dengan jabatan yang ganda, sehingga membuat rusaknya tataan menejemen keuangan Daerah tak bisa di hindarkan.
Sebagaimana yang telah diucapkan oleh sejumlah pihak, baik dari kalangan pejabat, hingga petugas kebersihan Dinas DLH sekalipun ikut bersuara lirih tentang rusaknya tataaan keuangan Daerah ini.
Dalam keterangan sejumlah pihak, mereka menyebutkan bahwa ” Kami merasakan telah di hantui, dengan ancaman dalam menghadapi pasca lebaran tidak mendapatkan hak kami sebagai ASN di ruang lingkup Pemkab Rokan Hilir, sementara, harapan terbesar kami iyalah, pembayaran terhadap TPP, dan juga sejenisnya, adalah sebuah harapan agar dapat di peruntukan pada lebaran yang kedatangannya hanya beberapa hari lagi, akan tetapi, hingga jum’at 13 Maret 2026 belum ada tanda-tanda tentang pembayaran TPP tersebut,
Sementara di tahun sebelumnya, satu jabatan saja kualahan menghadapi permasalahan ini, apa lagi rangkap jabatan, kami menduga dikarenakan hal ini, sehingga kemacetan total keuangan daerah ini tak bisa dihindarkan” Ucap sejumlah pihak terkait persoalan tersebut.
Sementara itu di sisi lainnya, petugas kebersihan dari Dinas DLH juga mengeluh, sebab hingga kini belum juga gajian, ” Hanya di bawah satu juta, itupun, sampai sekarang tak ada kabar gembiranya ” Ucap petugas kebersihan pada jum’at 13 maret 2026.
Untuk itu, Plt Kepala BPKAD Rokan Hilir, hingga kini, masih terus mendapat buruan publik, sebab tugas dan fungsional dari Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah ( BPKAD) sedang di pertaruhkan.
Akan tetapi, konfirmasi tersebut, hingga kini diduga kuat tak membuahkan hasil sama sekali, hingga persoalan ini kembali diterbitkan.
Reporter: Handoko
![]()









Leave a Reply