
Rokan Hilir fetakinformasi.net (Minggu 15/03/2026) menguncang publik terkait untaian kata-kata yang telah di lemparkan oleh mantan Bendahara Disdikbud Rokan Hilir terkait temuan BPK-RI Dana Alokasi Khusus( DAK) pada tahun 2024 lalu.
Dalam hal ini, setelah sempat mencuat dihadapan publik, tentang dugaan raibnya anggaran terkait pembayaran pajak dalam kegiatan DAK pada tahun lalu, bendahara disdikbud Rokan Hilir hingga kini terus di buru.
Dalam keterangan sementara, Andri menyebutkan bahwa bendahara disdikbud Rokan Hilir yang lama mengatakan bahwa ” Tak usah di layani lagi ketika publik mempertanyakan tentang segepok uang temuan BPK-RI itu terhadap kegiatan DAK di waktu itu, bilang saja, pak Andri tidak mengetahui persoalan itu , jadi lebih baik diam saja” Ucap mantan Bendahara disdikbud Rokan Hilir terhadap Andri yang saat ini menjabat sebagai bendahara pada tahun 2026 ini.
Andri melanjutkan, kami sudah bertanya kepada yang bersangkutan, akan tetapi yang bersangkutan malah berbahasa seperti itu ” Pungkas Andri melalui via whatsapp-nya.
Sementara itu, melalui via whatsapp-nya yang bersangkutan (mantan bendahara disdikbud Rokan Hilir di tahun lalu,hingga kini tak kunjung memberikan kejelasan status atas beredarnya kabar tentang temuan BPK-RI yang bernilai Rp 750 juta, yang diduga mampu menyeret dirinya ke jalur hukum.
Reporter: Handoko
![]()









Leave a Reply