Advertisement

Bupati Rokan Hilir, Diduga Telah Melahirkan Beberapa Pejabat Yang Alergi Terhadap Publik, Kabag LPSE Rohil, Salah Satu Pejabat Yang Disorot Dalam Persoalan Tersebut

Rokan Hilir.detakinformasi.net Senin 10/11/2025
Bobroknya kinerja beberapa pejabat publik di ruang lingkup pemkab Rokan Hilir, diduga kuat mampu menyeret nama sang Pemimpin Daerah (Bupati Rohil) dalam hal kegagalan saat memimpin Daerah.

Hal itu disebabkan, tentang buruknya sikap beberapa pejabat eksekutor dalam menjalankan roda kepemerintahan daerah ini.

Sejauh ini, ada beberapa pejabat eksekutor dalam menjalankan roda kepemerintahan daerah, diduga kuat sengaja tak mampu melayani masyarakat, apa lagi yang berkaitan dengan asumsi publik.

Catatan sementara, ada beberapa pejabat yang diduga kuat tak bersikap baik terhadap konfirmasi publik, salah satunya kepala bagian Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE Rohil)

Dalam hal itu, kabag LPSE rohil diduga kuat sengaja bungkam tanpa penjelasan apapun, saat di konfirmasi publik melalui via Whatsapp-nya, terkait pekerjaan yang telah di jalankan oleh pemerintah Daerah Pemkab Rokan Hilir, melalui LPSE Rohil

Sementara itu, di sisi lain, masyarakat mulai mempertanyakan tentang ketangguhan LPSE Rohil, dalam menyelesaikan tugasnya, sebab tahun 2025 ini akan berakhir beberapa bulan saja.” Coba lah bang tanya ke LPSE tentang penayangan kegiatan di tahun 2025 sudah rampung semuanya, atau masih ada lagi yang belum tayang, belum lagi terhadap pemenangan tender di tahun 2025  apakah sudah berjalan sebagai mana mestinya,atau ada kejanggalan yang belum terkuak di permukaan publik ” Ucap masyarakat terkait persoalan tersebut.

Sementara itu, alasan publik yang kerap kali melakukan konfirmasi terhadap kabag LPSE Rokan Hilir, iyalah adanya isu yang cukup meresahkan di kalangan masyarakat, tentang pengerjaan pembangunan infrastruktur fisik di tahun 2025 ini, akan tetapi, sangat disayangkan,Kepala Bagian LPSE Rohil, Devi Ferdiansyah, diduga kuat sengaja tidak menjawab konfirmasi publik melalui via whatsappnya,hingga persoalan ini kembali ditayangkan.

Reporter: Handoko

Loading

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *