
Rokan Hilir detakinformasi.net ( Selasa, 10/03/2026) persoalan bimbingan teknis yang telah dilaksanakan oleh disdikbud Rokan Hilir pada tahun 2025 lalu, tampaknya hingga kini masih menjadi sorotan publik.
Pasalnya, kegiatan tersebut berjalan diduga adanya indikasi kepentingan lain, untuk menggasak keuangan dengan nilai yang tidak sedikit.
Berdasarkan pemberitaan media, dalam acara Bimbingan teknis (Bimtek) telah menelan anggaran untuk satu orang, hingga sebesar Rp 4500,000(empat juta lima ratus ribu rupiah dalam perorangan, sementara itu, jumlah peserta bimtek yang tidak sedikit, dengan masa kegiatan 3-4 hari.
Menanggapi persoalan tersebut, publik terus melakukan konfirmasi terhadap Retno Setiawan, sebab, dirinya terlibat sebagai salah satu pran aktif dalam pelaksanaan kegiatan bimtek di Hotel Furaya Pekanbaru Riau, pada waktu itu.
Akan tetapi, Retno Setiawan Kabid SMP Dinas Pendidikan Rokan Hilir, hingga kini Selasa 10 Maret 2026 diduga aktif dalam kebungkaman yang tidak wajar, terhadap konfirmasi publik terkait kegiatan tersebut.
Di sisi lain, Ketua Inakor Riau, Unandra M. Saleh pernah mengatakan, bahwa “dirinya akan melanjutkan persoalan Kabid SMP Dinas Pendidikan Rokan Hilir ke pihak berwenang dengan cara melayangkan surat ke instansi-instansi terkait, guna mengetahui penyebab utama dari kebungkaman yang telah lakukan oleh Retno Setiawan saat dikonfirmasi publik” Ucap Unandra.
Unandra menilai, kebungkaman yang dilakukan oleh Retno Setiawan, terbilang tidak wajar, sebab sebagai pelayan publik, tak seharusnya Retno Setiawan Kabid SMP Dinas Pendidikan Rokan Hilir melakukan sikap seperti ini, kuat dugaan kita, adanya sindikat kepentingan dalam kegiatan tersebut, hingga mampu menelan anggaran yang tidak sedikit ” Pungkas Unandra.
Reporter: Handoko
![]()








Leave a Reply