
Rokan Hilir.detakinformasi.net Rabu 27/08/2025
Sendatan Keuangan Daerah Pemkab Rokan Hilir dalam menjalankan Roda Kepemerintahan Daerah, kini terlihat di ambang kehancuran, hal itu berseiringan dengan sederetan masalah Pemkab yang diduga tak kunjung selesai dan sampai saat ini masih di pantau oleh Pilar Ke IV Demokrasi Pembangunan Nasional.
Hingga 27 Agustus 2025 lambatnya infrastruktur pembangunan fisik, tunda bayar kegiatan, belum lagi masalah Sendatan Gaji dan Tambah Penghasilan Pegawai (TPP) yang kerap kali di keluhkan sehingga berdampak besar terhadap kesejahteraan masyarakat di Rokan Hilir.
Data menunjukkan, tersendatnya masalah gaji dan TPP para pejabat di Rohil, terutama yang berdomisili di pusat Ibu kota Kabupaten yang terletak di bagan Siapi Api, Kecamatan bangko diduga berdampak negatif bagi para pedagang kecil yang kini tak lagi ramai di kunjungi.
Sementara itu, terlepas dari gaji dan TPP Pegawai, yang diduga mengalami sendatan,pihak rekanan kontraktor juga mengeluhkan hal serupa, yang mana mereka bahkan tak lagi berani nongkrong di warung kopi, sebab ketiadaan uang, yang di sesebabkan adanya tunda bayar kegiatan.
” Sekarang ini tak seperti dulu bang, kalau dulu bisalah kita nongkrong di warung kopi cerita-cerita, sekarang ini apa yang mau di buat, dapat lepas makan di rumah untuk hidup udah bersyukurlah ” Ucap pihak kontraktor terhadap publik.
Hal senada juga di sampaikan oleh para pedagang, baik pedagang kaki lima, maupun pemilik warung kopi, yang merasakan dampak negatif, saat ini, sebab warung mereka tak begitu ramai di kunjungi.
Menanggapi persoalan tersebut, publik kembali mengkonfirmasi Plt Badan Keuangan Dan Aset Daerah(BPKAD Rohil) namun sayangnya, yang bersangkutan diduga kuat lebih memilih bungkam terhadap keluhan para pejabat pemerintah, ataupun kontraktor yang mengeluh terkait hancurnya Keuangan Daerah ini.
Jika mendengar keluhan yang muncul akibat persoalan tersebut, serta bungkamnya Plt BPKAD terhadap Konfirmasi Publik, kuat dugaan bahwa Porak-Poranda Keuangan Pemerintahan Daerah ini akan berujung pada puing-puing kehancuran Daerah.
Reporter: Handoko
![]()








Leave a Reply